Minggu, 26 Juni 2016

Cinta Sejati yang Tuhan kirim
Cerpen Fiktif
Karya : Siska Ardiyanti

Di kekosongan hati yang begitu menyiksa seteleh cukup lama sendiri.
Yah sendiri,
Namaku khadijah putri nabila, gadis biasa yang punya mimpi jadi seorang yang ternama.Hidupku bisa dibilang cukup unik karena masalaluku yang begitu membuatku sedih bila diingat.

Beberapa tahun lalu…
Aku memakai pakaian yang cukup terbuka dan dengan bebas tanpa aku merasa malu.Karena baju yang aku pakai merupakan trend masa kini di lingkungan anak muda.Sangat berbanding terbalik dengan namaku yang mengandung unsur wanita sholehah.Ayah dan ibu ku susah dangat sering menegur cara berpakaianku tapi apa yang ku perbuat adalah mengabaikannya.Begitupun sahabatku Asyfa yang sudah sangat cerewet tentang penampilanku dan cara ku bergaul.
Saat itu aku juga memiliki seorang kekasih sang sangat aku puja puja,Namanya Indra Putra Aji anak konglomerat dengan laba yang sangat menggiyurkan.Semasa pacaran kami sering menghabiskan waktu bersama seperti kepantai,kebun buah,taman bunga, ketempat tempat wisata lainnya.Hidupku bahagia saat terus bersamanya hingga maut memisahkan kita.
Malam itu setelah Aji menghantarku pulang kerumah,dia pulang mengendarai mobil merah kesayangannya.Laju mobil itu sangat teratur karna aku tau siapa Aji,dia tidak pernah sedikitpun mau melanggar peraturan lalu lintas yang ada.Tapi, malam itu adalah malam terakhirku melihat Aji sebelum kecelakaan tragis merenggut nyawanya.Kecelakan beruntun yang menyebabkan beberapa korban termasuk kekasihku Aji.Tepat pukul 11 malam aku ditelfon oleh kak Arif kakak dari Aji kekasihku yang mengatakan bahwa Aji kecelakaan.Rasa sedih,takut,khawatir menjadi satu,dan aku menangis sejadi jadinya hingga Ayah dan Bunda terkejut.
“kamu kenapa sayang ?”Tanya bunda khawatir
“Aji Bun…Aji….”ucapku sambil terus menagis
“iya Aji kenapa?” Tanya ayah semakin bingung
“Aji ke…cela…kaan…”jawabku tersendat
“Astagfirullah,Innalillahi” ucap Ayah dan Bunda yang membuatku semakin menjadi jadi

Di Rumah sakit.
“Maaf ada yang namanya Khadijah ?”Tanya salah satu suster
“ini khadijah sus”jawab kak Arif
“silahkan ikut saya pasien yang bernama Indra ingin bertemu anda” terang suster
Sampai di ruang dimana Aji di rawat intensif aku terpaku melihat keadaan kekasihku yang terbaring lemah dengan banyak kabel ditubuhnya.Ku mendekat ketempat tidur Aji dan memegang tanganya sambil berkata “Aku disini Aji”ucapku sambil bercucuran airmata
“ja…ngan me…na…ngis ke…ka…sih…ku”ucapnya sambil tersendat sendat
“kamu jangan banyak bicara aku akan tetap disini sampai kamu sembuh,kamu pasti sembuh”terangku
“ak..u ti..dak akan ba..nyak bica..ra tapi dengarlah…aku..sangat mencintaimu Khadijah”ucapnya
“aku juga mencintaimu Aji”jawabku
“tolong…penuhi per…minta…anku jangan p..ernah ka..mu tutup ha..timu pad..a laki..la..ki lain aku akan sangat baha…gia jika suatu ha..ri nanti aku bisa me…lihatmu mene…mukan cinta sejatimu.”tuturnya
“kamu cinta sejatiku Aji”jawabku dengan lantang
“Jangan pernah menye…sali kepergianku nanti,maaf…kan aku a..ku telah mengajakmu keneraka-Nya.Aku harus perg…i”pintanya
Tiiit …. Tiiiittt….bunyi alat yang terpasang menandakan Aji sudah pergi
“Ajiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii”teriakku.
Kepanikan mulai terjadi,ternyata kak Arif sejak tadi ada di belakangku dan kini ia memapahku keluar ruangan karna aku sudah sangat lemah dan terpukul,kekasih yang selama ini menemani ku pergi meninggalkan ku tepat didepan mataku.
Di pemakaman
Tak ada yang aku hiraukan aku hanya diam menagis melihat jasad kekasihku dimakamkan.Hanya ada satu kalimat yang aku ucapkan.
“aku berjanji memenuhi permintaan terakhirmu Aji”ucapku dalam hati
Seminggu,sebulan aku masih terus menyendiri dikamar,duduk termenung memandangi foto kami berdua saat di pantai.Aji sangat menyukai pantai dan tempat tempat wisata alam karna dengan begitu dia terus menerus bisa merasakan indahnya ciptaan Tuhan,dia selalu mengajakku saat liburan alam itu tentu dengan ijin dari Ayah dan Bunda.Bukan hanya itu aku dan Aji selalu memesan hotel untuk kami menginap yang pasti 2 kamar aku dikamarku dan Aji dikamarnya.Dia sangat menjagaku bahkan dia tidak pernah mengajakku bercumbu seperti layaknya pacaran pada umumnya,Aji hanya menggandeng dan merangkulku saja bahkan cara dia menciumkupun lucu dengan cara kelima jari kananya disatukan diujung lalu di tempelkan pada mulutnya barulah di tempelkan di keningku dan berkata “tunggu aku halalin kamu ya biar aku bisa benar-benar menciummu”itu yang selalu dia ucapkan padaku.
Kenangan –kenangan itu selalu menghampiri ku akhir-akhir ini yang membuatku semakin sulit untuk melupakannya.Hingga suatu hari Tante Arum ibu dari Aji datang kerumah membawa satu kotak surat surat dan barang barang Aji.

Untuk kekasihku Khadijah

Selamat ulang tahun semoga panjang umur,sehat selalu,tambah cantik,tambah baik,tambah gemuk ups maksudku tambah yang baik baik aja.heheheh
I love you…
Aji

Ini adalah surat yang akan Aji kasih di hari ulang tahunku ini?
Tuhan…apa maksud semua ini
“Aji sudah menyiapkan semua ini untukmu Khadijah dan tante mohon untuk kamu bisa terus menjalani kehidupanmu secara normal,Aji adalah masa lalumu yang cukup kamu simpan di memori masa lalumu”pintanya
“saya akan berusaha”jawabku singkat

Setahun kemudian
Aku sudah mulai terbiasa dengan hidupku ini, siang itu Syifa mengajakku ke tempat pengajian yang sudah cukup lama aku tidak mengikuti.Disana aku disadarkan dengan ceramah ceramh yang menyentuhku dan membuatku berubah.
Ustadzah berkata bahwa wanita itu di wajibkan berjilbab menutup aurat menjaga sikap dan sebagainya.
Aku terus meneteskan airmata saat ceramah berlangsung dan dirumahpun begitu,aku merenungi hidupku selama ini apa ini yang dimaksud Aji membawaku keneraka?Apa ini yang di maksud Aji meminta maaf padaku.
Hari terus berlalu dengan tampilanku yang berubah drastic,ayah dan bunda pun ikut senang dengan perubahanku begitupun sahabatku Syifa.
“teruslah seperti ini nak, ini lah kamu yang seharusnya sejalan dengan namamu Khadijah” ujar Bunda
Aku hanya tersenyum manis,dan berdoa semoga apa yang bunda inginkan bisa terwujud.

Sekarang aku jauh lebih bahagia dengan hidupku yang ada di jalan-Nya.hidup yang penuh dengan kebahagiaan dan penuh dengan rasa bahagia dekat dengan Sang Pencipta.Tak seperti dulu yang selalu menangis saat datang ke makan Aji,sekarang aku jauh lebih tegar dan lebih tenang saat berziarah.
Setahun lalu aku berkenalan dengan seorang laki – laki yang ku temui di pengajian yang kudatangi bersama Syifa dia terus menerus menuntunku ke arah yang jauh lebih baik ,dia adalah Suamiku Muhammad Khairul Azam.Aku menikah dengannya setelah bertaaruf 2 bulan lamanya dan mantap untuk menikah,aku juga sudah di beri karunia oleh Allah seorang pangeran kecil yang sangat lucu,namanya Muhammad Khairul ismail Aji Saputra.

Hari ini dalah tepat 3 tahun kepergian Aji,aku dan mas Azam berziarah kemakamnya “aku sudah berjumpa dengan cinta sejatiku Aji,terimakasih untuk semuanya dan sekarang aku juga sudah punya anak lucu yang kuberinama sedikit sama dengan namamu Aji”.ucapku dalam hati sambil tersenyum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar